20 Tahun

Jam 23.45

Seperti tahun-tahun sebelumnya, aku tak pernah tidur sampai lewat jam 12 malam. Bisa  dikatakan ini adalah ulang tahun yang paling aku tunggu-tunggu. 20, kepala dua, udah gede  ya, hahaha…aku merasa sangat tua. Mumpung 20 tahunnya masih beberapa menit lagi, kunikmati saja usia 19 ku ini dengan menonton tv bersama Rossy dan Lusi.

Datanglah sebuah telefon dari Bli Bravo. Meskipun masih 15 menit lagi, tapi dia sudah mengucapkan selamat ulang tahun untukku. Bagiku itu tak masalah karena ada orang yang mengingat ulang tahunku saja itu sudah membuatku sangat senang. Tepat jam 00.00, Rossy dan Lusi menyanyikan lagu selamat ulang tahun untukku. Rossy ke dapur, lalu kembali sambil membawa sebuah lilin yang biasa kami pakai untuk mandi saat mati lampu, hahaha… Lampu dimatikan, make a wish, lalu kutiup lilinku. Sederhana, tapi bermakna. Thanks Rossy, Lusi.

Ucapan selanjutnya datang dari Bang Jayus, kawan yang kukenal saat misi pendakian ke Merbabu bersama Mas Chan dan Bang Basri. Yeah, we’re fantastic four 😀

Mas Sunu, lalu Buche, sms demi sms dari kawanku silih berganti masuk ke handphoneku. Namun, pada akhirnya aku tertidur dan terbangun keesokan harinya karena handphoneku berdering. Telefon dari ibu. Di sela- sela ucapannya itu, dia menyempatkan untuk bertanya “belum punya pacar?” Jlep, ibu bertanya pacar, padaku? Waow…apa yang membuatnya bertanya demikian setelah sekian lama dia selalu menegaskan kalau aku dan mbakku tak boleh pacaran sampai dapat kerja yang mapan. Ini sesuatu yang tak biasa. Kujawab saja tidak ada karena kenyataanya memang tidak ada. Aku bisa merasakan ada sedikit nada kecewa ketika ibu mendengar jawabanku. Mungkinkah ibu mulai khawatir karena aku belum pernah pacaran, dia takut aku tak normal atau dia berpikir aku tak laku? Entahlah. Aku menganggap mungkin ini tandanya aku akan segera punya pacar karena dengan ibuku bertanya seperti itu, itu tandanya dia sudah mengijinkan aku untuk pacaran. Bisa jadi. Hmmmm…

Kubuka handphoneku yang satu lagi, ada beberapa pesan yang masuk. 01.48 waktu sms itu masuk di handphoneku. “HBD titisku :)”. Pesan yang begitu singkat, tapi jika itu adalah pesan dari seseorang yang nyempil di pojok hati kita, pasti akan sangat…yah tau sendiri kan? Segera kubalas “Terimakasih Ceka”.

Jam 09.00 kuliah membaca bersama Wury sensei. Usai kuliah, kubagi-bagikan kue  untuk teman-temanku. Aku memang sudah berniat di hari ulang tahunku yang ke-20 ini, aku ingin memberi sesuatu untuk teman-temanku. Semacam ucapan syukur karena pendadaran sudah selesai, dan ini adalah hari ulang tahunku.

Pulang ke kos, kami yang beranggotakan 6 orang di rumah kontrakan bskre ini, tak sengaja di hari ulang tahunku ini  bisa full team. Mba Sasa yang baru pulang dari tugas di Belitung, mendapat libur selama beberapa hari. Aku mentraktir keluarga bskre makan siang, beberapa cemilan, dan minuman soda. Sebetulnya ada satu orang tambahan, Deka. Ya, tak apa dia juga sudah seperti keluarga bskre. Baru kali ini keluarga beskre bisa berkumpul bersama full team.

Usai makan, aku memutuskan untuk tidur siang. Saat terbangun, kutemukan ada sebuah kantong kertas batik di dekat tempat tidurku. Seseorang memberiku hadiah. Kubuka, dari kartu ucapannya bisa kutahu kalau itu mbakku. Meskipun dia adalah orang yang sangat menyebalkan, tapi dia tak pernah absen memberiku kado ulang tahun, selama tiga tahun berturut-turut. Kali ini, dia memberiku sebuah kaos berkerah berwarna ungu. Baju yang cantik, dan sangat cewek, hehe…

Kurebahkan tubuhku di kasur lagi, lalu kulanjutkan tidurku. Aku terbangun sekitar satu jam kemudian karena Rossy memanggilku. “Mbak, ini es krimnya”. Waow, menyenangkan sekali bangun tidur langsung disambut dengan es krim buavita rasa stroberi. Deka yang membelikanku, dia memang sudah berjanji akan membelikanku es krim untuk hadiah ulang tahunku :p

Aku, Deka, Bang Basri, Rossy, Devi, dan Iin sedang mengobrol di kamarku ketika tiba-tiba Riska, Tina, dan Mbak Meke, teman-teman KTB ku muncul membawa sepotong kue sambil menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Wah, aku dapat kejutan lagi! Mereka bertiga memberiku hadiah sebuah kemeja putih. Ini pasti ide mba Meke karena dia tahu kalau aku memang berniat membeli kemeja putih. Akhir-akhir ini aku memang sedang memerlukannya, hanya saja belum sempat membelinya. Tuhan memang sangat baik, dia tahu apa yang aku inginkan butuhkan 😀

Hari ini memang menjadi hari yang penuh berkat bagiku maupun bagi yang tidak sengaja ada di beskre. Entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba Mba Meke mengajak kami semua makan bakso, dan dia yang membayar. Sebetulnya aku sudah berjanji pada diriku sendiri bahwa aku tidak akan makan daging lagi selama sebulan karena akhir-akhir ini aku terlalu sering makan daging dan itu semua tak sengaja. Tapi berhubung ini traktiran, masa ya ada berkat gratis ditolak sih, ngga mungkin kan. Alhasil, aku dengan “terpaksa” ikut makan bersama mereka.

Hhhh…tidak cukup sampai di situ. Malamnya ada BSKK, yeah…seperti biasa kami bernyanyi bersama, lalu saling share. Setelah itu, saatnya makan snack. Aku sengaja membeli brownies untuk BSKK malam ini. Jadi, entah berapa total lemak yang aku konsumsi hari ini. Kalau cewek-cewek yang lagi diet, mungkin sudah menangis karena dietnya gagal total. Nuruninnya setengah mati, naikinnya semudah membalikan telapak tangan. Untuk aku tak sedang diet :p

Aku sungguh bersyukur atas semua berkat Tuhan yang luar biasa untukku hari ini 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s