Senja Terbaik Tokyo

Sebagai seorang freelancer guide, saya sering sekali ditanya “Kalau di Tokyo bagusnya kemana ya? Di Tokyo ada apa aja? Tempat yang murah meriah dimana ya? Makanan di Tokyo mahal gak? Kalau jalan-jalan di Tokyo banyak jalan kaki ya? Beli oleh-oleh yang khas Jepang dimana ya? dan sederet pertanyaan lainnya. Kalau sudah diberondong berbagai macam pertanyaan seperti ini, biasanya saya akan langsung menjawab, tergantung waktu dan prioritas, hal apa yang ingin dilihat dan dilakukan di Tokyo. Karena biasanya, meskipun mereka sudah memiliki itenary sendiri, semuanya bisa berubah ketika sudah melihat situasi dan kondisi disini.

Yang paling sering terjadi di hari pertama tiba di Tokyo adalah biasanya sambil menunggu waktu check in hotel, pasti akan diisi dengan makan ataupun berkeliling tempat wisata yang tak jauh dari tempat menginap. Nah, setelah semalaman tidak cukup istirahat di dalam pesawat, lalu di hari pertama langsung jalan-jalan, tak jarang belum sampai sore mereka sudah merasa lelah. Kalau sudah begini, biasanya saya sarankan untuk kembali ke hotel saja, istirahat yang cukup, sehingga besok bisa bangun dalam kondisi yang fit dan siap untuk jalan-jalan kembali.

Kebanyakan tamu yang saya guide adalah ibu-ibu ataupun keluarga kecil, yang biasanya pasti permintaanya tak jauh dari belanja dan beli oleh-oleh. Kalau yang bawa anak, sudah hampir dipastikan pasti mereka akan ke Disney. Yang terkadang membuat saya sedikit kesulitan adalah saat menemani orang dengan hobby tertentu, seperti anime ataupun barang elektronik. Jujur, saya bukanlah orang yang menyukai anime, tak paham karakter-karakter anime, tak paham soal games, dan tak paham soal barang-barang elektronik. Pertanyaan yang paling sering muncul adalah “Beli kamera yang murah dimana ya?” Bagi saya, ini adalah pertanyaan yang benar-benar sulit untuk dijawab. Karena kamera itu memiliki berbagai macam jenis, model, tipe, warna, ukuran, dan yang paling penting adalah range harga yang disebut murah itu berapa, karena setiap orang memiliki tolak ukur masing-masing. Kalau sudah seperti ini, biasanya saja akan menjawab “Fotoin aja jenis kamera yang dipengen, nanti saya cariin info”. Berhubung saya bukan orang super selow yang bisa pergi untuk mengecek satu persatu toko elektronik yang jumlahnya tak terhitung lagi, saya cukup minta bantuan simbah gugel ataupun om amazon. Tinggal klik, lalu kasih infonya ke mereka. Simpel dan tidak memakan waktu. Pertanyaan lain yang sering membuat saya bingung adalah ketika ditanya “Kak, beli figure ini dimana ya? Kak, aku mau game ini, di akihabara ada ngga ya? Kak, aku suka anime ini, toko goodies yang paling lengkap dimana ya?” Well….saya selalu cuma bisa jawab “Bisa tolong kasih contoh barang yang kamu mau? Nanti aku coba cariin”. Saya sungguh bersyukur hidup di era ini, dimana akses internet dan gps yang begitu mudah dan cepat, sehingga sangat membantu dalam menemukan suatu tempat.

img_6221

img_6220

Lain orang lain cerita. Bertemu dengan berbagai macam orang, meskipun saya pergi ke tempat yang sama berkali-kali, saya selalu mendapat cerita tersendiri dari setiap tempat yang saya kunjungi. Namun ada satu tempat yang meski sudah berkali-kali saya kesitu, dan dengan berbagai macam orang yang berbeda, saya selalu mendapat perasaan bahagia yang sama. Odaiba. Saya selalu merekomendasikan tempat ini kepada orang-orang yang ingin menikmati Tokyo dari sisi yang berbeda. Pulau kecil yang berada di Teluk Tokyo ini, adalah tempat terbaik untuk menikmati senja. Berjalan menyusuri sepanjang pantainya, menjadi hal yang sangat saya rekomendasikan. Kalau untuk family, mungkin tempat ini kurang begitu sesuai, namun untuk pasangan ataupun solo traveller, trust me Odaiba must be in your bucket list to enjoying Tokyo. Tidak hanya senjanya, ketika malam mulai tiba, dan cahaya lampu dari berbagai sudut mulai menyala, Odaiba akan berubah menjadi tempat yang begitu romantis. Datanglah sekitar pukul setengah lima sore. Ambillah rute dari stasiun Shimbashi lalu naik kereta tanpa driver Yurikamome line lalu turun di stasiun Daiba. Waktu yang paling tepat untuk datang ke Odaiba adalah sekitar pukul lima sore di bulan April hingga Oktober, atau pukul empat sore di bulan November hingga Maret karena matahari akan tenggelam lebih awal saat musim dingin tiba. Lalu sambil menunggu senja tiba, anda bisa berjalan-jalan sepanjang pantainya. Selamat mencoba 🙂

 

img_6295

img_0362

 

One Comment Add yours

  1. Lingga says:

    Wow keren pemandangannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s