Tahun ke 15

Satu tahun ternyata memang cepat sekali. Rasanya baru kemarin ketika aku mengucapkan selamat ulang tahun untukmu tahun lalu. Dan masih saja, takdir masih belum mempertemukan kita.

Pria-pria T*nder

Berbicara mengenai pria, sepertinya akan menjadi obrolan panjang yang tak akan pernah usai. Sudah seperembat abad dan aku masih begini-begini saja. Bahkan emak pun sudah mulai khawatir sepertinya. Emak telefon tiap dua minggu sekali, dan setiap dua minggu itu, dia akan mengakhiri obrolan di telefon dengan pertanyaan “Sudah punya pacar?”

New Life Begin

Tak pernah berpikir akhirnya sampai di titik ini. Banyak kawanku berkata bahwa kisah hidupku menarik. Ada saja kejadian yang menarik untuk disimak oleh mereka. Aku sendiri tidak tahu kenapa bisa begitu. Aku hanya mengikuti alur hidup dengan atau tanpa rencana. Karena yang sering terjadi adalah aku berencana, tapi Tuhan selalu membelokkannya di tengah jalan.

Tahun ke 14

Dan akhirnya, hari inipun kembali tiba. Kau yang masih saja membuatku penasaran, bertambah usia menjadi sepertiku. Dan tak terasa, ini sudah menginjak tahun yang ke 14. Teman-temanku berkata bahwa aku ini gila, masih saja mengingat orang dari masa lalu yang bahkan mungkin tak pernah menganggapku ada. Mereka selalu bilang begini “Lupakan saja, lha wong dia…

Tahun ke 13

Aku selalu percaya bahwa angka 7 adalah angka sempurna untukku. Angka keberuntunganku. Lebih tepatnya aku selalu mensugesti diriku sendiri dengan segala hal baik melalui angka tujuh. Kurasa bukan sebuah kebetulan jika aku lahir di tanggal tujuh. Aku selalu merasa bahwa hidupku terlalu indah dengan segala keberuntungan-keberuntungan ataupun hal-hal baik yang datang kepadaku. Aku mungkin pernah…

Tahun ke 12

27 September 2015 (On the way to Nagano, Japan) Dan akhirnya, hari ini pun tiba lagi. 12 tahun lalu, ketika aku pertama kali bertemu denganmu, dan aku masih tak percaya, hingga kini tak satupun kenangan tentangmu hilang dari ingatan. Mungkin ini nampak konyol, tapi aku masih tetap percaya suatu saat kita pasti akan bertemu lagi….

Monbukagakusho Story

Meskipun ini sedikit terlambat untuk membuat sebuah resolusi, tak masalah buatku. Toh aku juga tak pernah ingat apa yang menjadi resolusiku di setiap awal tahun. Terwujudkah, tidakkah, aku tak pernah ingat, yang kuinginkan hanyalah segala harapan dan mimpi-mimpiku bisa terwujud. Itu saja. Tahun 2013 bisa dikatakan tahun penuh “bencana”, tetapi sekaligus sebagai tahun yang penuh…

Snorkeling untuk Pertama Kalinya

Bang Asro, sosok bertubuh pendek namun kekar itu sungguh tak pernah luput dari ingatanku. Dia, si mantan bajak laut yang juga seorang penggila wanita adalah salah satu guru terbaikku. Kuteringat, malam itu dia datang dalam rapat untuk penggarapan acara Batu Mentas Expo 2012  seorang diri. Lewat perkenalan singkat, aku hanya tahu namanya. Dia bicara begitu…

Tahun ke 10

Jumat, 27 September 2013 Juli 2003, pertama kalinya aku bertemu denganmu Kau kuingat sebagai sosok yang sangat bandel dan menyebalkan Aku sangat tidak menyukaimu saat itu Kau yang slalu mengacak-acak mejaku Kau yang slalu mengejekku   Namun tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang aneh Sehari saja tak bercekcok denganmu, maka aku merasa hari tidak lengkap…

Front Office, Profesi yang Menuntut “Kepura-puraan”

Menjadi resepsionis ternyata bukanlah hal mudah. Ya, itulah pekerjaanku sekarang. Sepertinya simpel, hanya jaga di depan, ngurus check in dan check out, lalu semua beres. Ternyata tidak semudah itu. Resepsionis atau biasa disebut dengan Front Office, sesuai dengan namanya, front yang berarti di depan. Yup, Front Office bisa dikatakan mukanya hotel. Apapun yang terjadi, semua…

Pak Toni, “Wakil Rakyat?”

Pa Bai, bisa dikatakan dia seperti bapak angkatku. Usianya sekitar 40-an, dia seorang diri tinggal di sebuah rumah kecil tepat di depan kantor. Dia yang dari dulu menjaga kantor ini sebelum aku tinggal di sini. Dia sangat baik padaku. Ketika aku butuh bantuan apapun, dia akan selalu siap menolong. Dulu, ketika kejadian handphone-ku kecebur di…

Selat Nasik, Negeri Damai di Ujung Barat Belitong

Selasa, 15 Januari 2013 Pukul dua siang, aku berangkat dari Tanjungpandan menuju pelabuhan Nyato, di daerah Pegantungan. Aku hendak ke desa Suak Gual, kecamatan Selat Nasik, sebuah pulau kecil yang berada di sisi selatan Pulau Belitung. Dengan sepeda motor, Bang Eko mengantarku hingga pelabuhan.